Talk-show "Her Diplomacy: Kepemimpinan dan Prestasi Perempuan Indonesia di Forum Internasional"

Talk-show "Her Diplomacy: Kepemimpinan dan Prestasi Perempuan Indonesia di Forum Internasional"

Jakarta, Indonesia - Tiga perempuan yang berkiprah di dunia diplomasi berbagi cerita dalam Talk-show "Her Diplomacy​: Kepemimpinan dan Prestasi Perempuan Indonesia di Forum Internasional", Aula Kantin Diplomasi, Kementerian Luar Negeri, Jakarta (2/7).​

Ketiga perempuan tersebut adalah Indah Nuria Savitri, Direktur HAM dan Kemanusiaan Kementerian Luar Negeri; Inge Retnowati, Direktur Rehabilitasi Perairan Darat dan Mangrove Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan; serta Briptu Renita Rismayanti, female peacekeeper Polri yang meraih penghargaan “2023 Best Policewoman” dari PBB. Ketiganya menceritakan secara lengkap pengalamannya mewakili Indonesia dan melindungi kepentingan nasional di fora internasional, serta beragam tantangan yang dihadapinya, baik di ruang persidangan maupun di lapangan.​

Talk-show dibuka oleh Staf Ahli Menteri Luar Negeri Bidang Manajemen, Acep Soemantri. Pada pembukaannya, Sahli Acep menyampaikan uniknya perspektif yang diberikan pemimpin perempuan dalam pemajuan pelbagai agenda global. Oleh karenanya, partisipasi dan leadership perempuan harus senantiasa difasilitasi dalam menyukseskan upaya global dan diplomasi mengatasi berbagai tantangan dunia saat ini, mulai dari perubahan iklim, pemajuan HAM, perdamaian dan keamanan internasional, hingga Agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 2030.

​Sementara itu, Prof. Armida Salsiah Alisjahbana, Sekretaris Eksekutif UNESCAP, turut hadir meramaikan talk-show melalui penyampaian pre-recorded keynote speech tentang diplomasi pembangunan (development diplomacy). Beliau menekankan pentingnya penguatan kapasitas perempuan guna menghadapi isu-isu kekinian, seperti artificial intelligence dan Sustainable Development Goals. Disampaikan pula bahwa Indonesia perlu memperdalam kerja sama luar negeri di bidang diplomasi pembangunan dan meningkatkan kepemimpinannya di berbagai forum internasional.

Dimoderatori oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri, Yohpy Ichsan Wardana, perbincangan dalam talk-show bermuara pada satu kesimpulan, yakni investing in women is an investment for a better future. Para pembicara talk-show juga memandang pentingnya perubahan stigma kultural yang menghalangi perempuan untuk berkarya, di mana setiap orang, baik perempuan maupun laki-laki harus mendapatkan kesempatan sama untuk membekali diri dengan ilmu pengetahuan dan menujukkan karya terbaiknya bagi masyarakat dan negara.

Talk-show yang dihadiri oleh 219 orang peserta hybrid tersebut diselenggarakan oleh Sekretariat Direktorat Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri sebagai wujud komitmen berkelanjutan dalam mendukung pemajuan pengarusutamaan gender (PUG) di lingkungan Kementerian Luar Negeri, sekaligus mengambil momentum peringatan International Day of Women in Diplomacy.

“Kami berharap talkshow ini dapat menginspirasi perempuan-perempuan Indonesia, khususnya para generasi muda, untuk berkarir di dunia diplomasi,” ungkap Sesditjen Kerja Sama Multilateral.

 

​Sumber: Kementerian Luar Negeri​​